Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

BUMN Akan Kurangi Anak Perusahaan yang tak Berfungsi

Sabtu 22 Feb 2020 01:00 WIB

Rep: Havid al Vizki/ Red: Wisnu Aji Prasetiyo

Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) didampingi Wakil Menteri I Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Wakil Menteri II Kartika Wirjoatmodjo (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
EMBED
Nantinya, BUMN akan membentuk subholding yang terdiri dari beberapa klaster.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir jelaskan kedepannya akan membentuk subholding yang terdiri dari beberapa klaster. Hal itu dilakukan untuk mengurangi anak perusahaan BUMN yang tidak berfungsi.

Erick mengatakan, terkait jumlah anak perusahaan yang akan dibawahi subholding masih akan dipikirkan strateginya. Untuk itu, merger dan likuidasi menjadi sangat penting agar mendapatkan kepastian.

Ia menambahkan, tahun ini akan mengurangi anak perusahaan yang dinilai tidak berfungsi. Dia mendapatkan laporan ada lima anak perusahaan Garuda yang tidak berfungsi.

 

 

Videografer | Havid Al Vizki

Video Editor | Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA