Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Pemburu Ranjau Paku Ibu Kota

Ahad 29 Des 2019 13:09 WIB

Rep: Surya Dinata/ Red: Sadly Rachman

Aktifitas SABER di Jakarta.

Foto: Republika TV/Muhammad Rizki Triyana
EMBED
Relawan Sapu Bersih yang lebih terkenal dengan nama SABER terbentuk pada 2010.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ranjau paku, menjadi permasalahan bagi pengendara motor maupun mobil. Ranjau paku dinilai sangat merugikan masyarakat yang hendak melakukan aktivitasnya.

Oleh Sebab itu, Relawan Sapu Bersih yang lebih terkenal dengan nama SABER terbentuk pada 2010. Mereka bertugas menyisir jalanan dan berharap menemukan ranjau paku yang sering merugikan para pengendara. Di awali oleh sosok Rohim yang melakoni kegiatan tersebut seorang diri.

Rute yang ditentukannya pun bermula dari keseharianya melakukan rutinitas pergi dan pulang dari tempat kerja. Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat menjadi kawasan utama pencarian ranjau paku tersebut.

Namun, butuh proses untuk bisa seperti saat ini. Dulu, ia harus mencari ranjau paku hanya dengan tangan kosong. Kini, ia menemukan cara ampuh dengan menggunakan sebuah magnet.

Kegiatannya pun mendapatkan respons positif dari masyarakat. Hingga akhirnya tercetuslah Komunitas Sapu Bersih Ranjau Paku (SABER) pada 5 Februari 2011. Kegiatan ini terus berjalan hingga di tahun berikutnya pada 11 Januari 2012 SABER menerima apresiasi dari Polda Metro berupa pemberian peralatan serta dana operasional.

Dengan beranggotakan 40 orang, SABER kini membagi beberapa titik rawan ranjau paku kepada para anggotanya. Seperti Jalan Gatot Subroto, Ruas Jalan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, Jalan Letjen Suprato. 1,5 ton paku pun terkumpul dan masih banyak lagi yang berada dirumahnya.

Meski begitu, Rohim mengaku keluarganya khawatir dengan apa yang dilakukannya. Terlebih, ada kekhawatiran dari ketidaksukaan oknum penebar paku dan rawan kecelakaan. Kendati demikian, ia mengaku akan tetap melalukan panggilan moralnya menjadi sapu bersih ranjau paku yang bertebaran di jalanan.

Berikut video lengkapnya. 

 

 

Videografer | Surya Dinata

Editor Naskah | Wisnu Aji Prasetiyo

Video Editor | Fakhtar Khairon Lubis

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA