Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Akhir Kisah Abu Bakar al-Baghdadi

Selasa 29 Okt 2019 21:38 WIB

Rep: Fakhtar Khairon Lubis/ Red: Sadly Rachman

Al-Baghdadi (Ilustrasi)

Foto: Republika TV
EMBED
Presiden AS Donald Trump mengumumkan Baghdadi tewas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Baghdadi bergabung dengan gerakan militer Irak pada 2003, saat AS memimpin invasi di Irak.

Dia pernah ditangkap tentara AS, setahun kemudian dibebaskan sebab dianggap tak berbahaya.

Baghdadi memimpin ISIS pada 2012 saat mengembangkan sayapnya di Suriah.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan Baghdadi tewas karena meledakkan diri setelah terdesak pasukan AS dan anjing mereka di sebuah terowongan di rumahnya.

Baghdadi membawa serta tiga putranya saat meledakkan diri.

Memburu Baghdadi menjadi prioritas pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Baghdadi beberapa kali dilaporkan meninggal.

Kepemimpinan Baghdadi dinilai hanya simbolis.

Selama pelarian sebagai buron, al-Baghdadi dilaporkan menderita luka serius dalam serangan udara selama bertahun-tahun.

Al-Baghdadi memiliki nama Ibrahim Awad al-Samarrai saat lahir.

Dia diperkirakan lahir di Tobchi, dekat kota Samarra di Irak tengah pada 1971.

Dia memiliki lima orang anak.

 

 

Video Kreator | Fakhtar Khairon Lubis

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA