Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Bea Cukai Turunkan Tim Bantuan Evakuasi Korban JT 610

Rabu 31 Oct 2018 18:50 WIB

Rep: Surya Dinata/Fakhtar Khairon Lubis/ Red: Sadly Rachman

Kapal Patroli jenis FPB 28 meter seri BC 9006 yang diturunkan untuk membantu evakuasi korban pesawat JT610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Foto: Republika TV/Surya Dinata Irawan
EMBED
Dari hari pertama kecelakaan, tim Bea Cukai langsung bergabung dengan Basarnas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Sarana Operasi Bea Cukai Tipe B Tanjung Priok turut membantu jalannya evakuasi korban Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Tipe B Tanjung Priok, Agus, mengatakan, sejak hari pertama terjadinya kecelakaan, tim Bea Cukai langsung bergabung untuk membantu evakuasi di bawah koordinasi Basarnas.

Pada hari kedua pencarian, tim Bea Cukai berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa serpihan-serpihan yang diduga dari pesawat JT 610 dan beberapa barang-barang yang juga diduga milik penumpang pesawat nahas tersebut.

Namun, saat ditanya detail temuan di lokasi kejadian, Agus menjelaskan bahwa hal itu bukan kewenangan Bea Cukai untuk menjelaskannya. Sedangkan untuk cakupan wilayah operasi pencarian, tim Bea Cukai mengikuti semua arahan dari Basarnas.

Selain di bawah komando Basarnas, tim Bea Cukai yang diterjunkan ke lapangan untuk membantu proses pencarian juga atas instruksi dari pihak Kementerian Keuangan.

Seperti diketahui, dari 189 penumpang dan awak pesawat JT610, terdapat 21 orang di dalamnya adalah pegawai dari Kementerian Keuangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada data-data korban dari pegawai Kementerian Keuangan yang ditemukan. Agus menjelaskan, saat ini masih dalam proses pencarian, sedangkan untuk informasi korban nanti pihak kepolisian yang akan merilisnya, dalam hal itu adalah tim DVI polri.

Berikut video lengkapnya.

 

 

  • Videografer:
  • Surya Dinata Irawan
  • Fakhtar Khairon Lubis
  • Video Editor:
  • Sadly Rachman

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA