Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Trump Menilai Pesaingnya di Partai Republik Lemah

Senin 21 Mar 2016 17:11 WIB

Rep: Casilda Amilah/ Red: Sadly Rachman

Sejumlah demonstran pada Sabtu (19/3) mencoba menghentikan kampanye Trump.

Foto: EPA
EMBED

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Sejumlah demonstran pada Sabtu (19/3) mencoba menghentikan kampanye Trump di Arizona, yang dilangsungkan di dekat perbatasan Meksiko. Demonstran memarkir mobil-mobil mereka di tengah jalan dan memblokir arus lalu lintas. Tiga demonstran ditangkap polisi.

Dilansir VOA Indonesia, dalam pidatonya, Trump kembali menyampaikan tekadnya untuk membangun dinding pembatas di sepanjang perbatasan guna mencegah masuknya imigran ilegal, yang menurutnya membawa narkoba dan kejahatan ke Amerika.

Trump menuduh pesaing-pesaingnya di Partai Republik bersikap lemah dalam isu imigrasi dan berjanji akan menjaga agar lapangan pekerjaan dan industri-industri Amerika tidak lari ke Meksiko.

Ditambahkannya, Cina bisa membangun ekonominya dari uang dan lapangan pekerjaan di Amerika dan menyebutnya sebagai salah satu perampok terbesar di dunia.

Selain di Arizona, demonstrasi anti-Trump juga berlangsung di luar gedung Trump Tower di Fifth Avenue, New York City.

Trump sudah memiliki lebih dari separuh delegasi yang dibutuhkan untuk meraih nominasi calon presiden partainya. Para pemimpin Partai Republik khawatir jika Trump yang suka bicara tajam dan blakblakan tidak bisa memenangkan pemilu presiden dan akan merusak persatuan partai itu.

Sementara di kalangan Partai Demokrat, mantan menteri luar negeri Hillary Clinton jauh memimpin atas Bernie Sanders.

 

 

Video Editor: Casilda Amilah

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA