EMBED
Thursday, 31 August 2017

Menelusuri Eksotisme Pasir Hitam Anak Krakatau di LKF 2017

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Perhelatan Lampung Krakatau Festival (LKF) kembali dilakukan tahun ini. Ada beragam rangkaian acara yang disuguhkan pada LKF 2017. Peserta LKF 2017 diajak melakukan tur ke Anak Gunung Krakatau.

Peserta yang hadir dari masyarakat umum, blogger, dan juga media dilepas langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Lampung Budiharto. Peserta tur Anak Gunung Krakatau bertolak dari pantai Bom Kalianda.

Sebelum menuju Anak Gunung Krakatau, peserta singgah di Pulau Sebesi. Di pulau ini peserta diberi kesempatan untuk menjelajah keindahan Pulau Sebesi. Bahkan aparatur desa setempat menyiapkan beragam acara untuk memeriahkan LKF 2017.

Setelah bermalam di pulau Sebesi, peserta bertolak ke Anak Gunung Krakatau pada keesokan paginya. Momen ini menjadi bagian yang paling banyak ditunggu peserta. Menyusuri Anak Gunung Krakatau hingga dataran tertingginya merupakan sebuah pengalaman baru hampir dari kebanyakan peserta.

Selain sebuah gunung yang melegenda, Anak Gunung Krakatau juga menawarkan panorama yang indah. Butiran pasir hitam menjadi identitas Anak Gunung Krakatau. Statusnya yang gunung berapi aktif, membuat seluruh kawasan Anak Gunung Krakatau diselimuti pasir hitam.

Seusai puas mendaki, rangkaian acara LKF 2017 berlanjut di Bandar Lampung. Perjalanan dari Anak Gunung Krakatau ke Bandar Lampung dihabiskan selama empat jam perjalanan laut dan dua jam perjalanan darat.

Parade budaya sudah disiapkan di Bandar Lampung. Seluruh kota dan kabupaten provinsi Lampung menunjukkan adat dan budaya lokal yang mereka punya. Berkeliling jalan protokol Bandar Lampung, peserta parade budaya membuat LKF 2017 sarat akan nilai budaya.

Menutup acara, LKF 2017 menyuguhkan panggung hiburan di Lapangan Siburai. Band Five Minutes bahkan turut dihadirkan guna  menyemarakkan penutapan acara LKF 2017. Semakin manis, acara ditutup dengan taburan kembang api di angkasa kota Tapis Berseri.

Berikut video lengkapnya.

 

 

Videografer & Video Editor:
Fian Firatmaja


Redaktur : Sadly Rachman
Reporter : Fian Firatmaja