Kamis, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Kamis, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Lestarinya Tradisi Saparan Bekakak di Ambarketawang

Senin 06 November 2017 21:06 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Sadly Rachman

Upacara Saparan Bekakak di Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta

Foto: Republika/Wahyu Suryana
EMBED

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Saparan Bekakak di Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, kembali digelar. Upacara yang sudah menjadi tradisi sejak 1755 ini merupakan kegiatan rutin setiap pekan kedua bulan Sapar untuk mengenang kesetiaan abdi dalem Ki dan Nyi Wirosuto kepada Pangeran Mangkubumi.

Saparan Bekakak asalnya sendiri merupakan ritual keselamatan lantaran bencana longsor di Gunung Gamping selalu terjadi pada bulan ini. Kisah berasal setelah kepindahan keluarga Sri Sultan Hamengku Buwono satu yang pindah setelah Keraton Yogyakarta selesai dibangun.

Sejumlah abdi dalem yang sebelumnya melayani keluarga tinggal di pesanggrahan Gunung Gamping, meminta ijin untuk tetap tinggal di sana karena ingin merawat kediaman kediaman dan binatang-binatang peliharaan Sri Sultan di Ambarketawang. Ternyata, kesetiaan mereka terhadap Sultan tidak berbatas.

Berikut video lengkapnya.

 

 

Videografer:
Wahyu Suryana

Video Editor:
Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA