EMBED
Senin, 09 Oktober 2017

Jangan Memanusiakan Orangutan

REPUBLIKA.CO.ID, SAMBOJA -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar kegiatan 'press tour' Sekolah Hutan di Samboja, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Disambut guyuran hujan yang cukup deras para peserta bersama Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA), Badan Litbang dan Inovasi serta Yayasan Jejak Pulang mengunjungi Sekolah Hutan untuk orangutan.

Kepala Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam Ahmad Gadang menjelaskan bahwa orangutan yang telah diterima Balitek KSDA terus dipantau status kesehatannya dilanjutkan dengan melihat kemampuannya.

Selain mengenalkan hidup di alam liar, orangutan juga diperkenalkan bahwa manusia adalah bahaya yang harus dihindarinya.

Peran pengasuh khusus untuk bayi orangutan begitu penting, mereka diajarkan bagaimana caranya mengorangutankan manusia bukan memanusiakan orangutan. Pengasuh berperan menggantikan induknya, mereka akan memberikan pelajaran tentang cara mendapatkan makanan, memprosesnya serta mengenali bahaya yang datang.

Sekolah Hutan yang didirikan pada 12 April 2017 memiliki enam bayi orangutan, dua diantaranya telah lolos proses karantina sedangkan sisanya masih di kandang karantina.

Ketua Pengurus Yayasan Jejak Pulang Hery Estaman menjelaskan bahwa pelepasan orangutan dari karantina dilihat dari kemampuannya setelah dilakukan observasi oleh pengasuh orangutan.

Dengan hadirnya Sekolah Hutan, diharapkan masyarakat sekitar turut andil dalam menjaga kelestarian dan keamanan hutan demi kelangsungan hidup orangutan Kalimantan.

Berikut video lengkapnya.

 

 

Videografer:
Havid Al Vizki

Video Editor:
Fian Firatmaja


Redaktur : Sadly Rachman
Reporter : Havid Al Vizki