Kamis, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Kamis, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Inti Reforma Agraria adalah Redistribusi Tanah

Kamis 22 Maret 2018 06:02 WIB

Rep: Havid Al Vizki/ Red: Sadly Rachman

Diskusi KPPN DPP PAN

Foto: RepublikaTV/Havid Al Vizki
EMBED
Pemerintah dianggap lupa bahwa inti dari reforma agraria adalah redistribusi tanah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Dewan Konsorsium Pembaruan Agraria Iwan Nurdin menjelaskan, kepemilikan tanah bagi masyarakat Indonesia itu kecil. Menurutnya, petani di Indonesia hanya mempunyai tanah sebanyak 0,3 hektar dan itu tidak cukup untuk dilegalisasi.


Iwan mengatakan, legalisasi tanah tidak cukup untuk kesejahteraan para petani. Dalam undang-undang tertulis, setiap petani minimal memliki tanah dua hektar. 


Ia menambahkan, selama ini yang perlu dilakukan adalah penataan ulang strukturnya. Siapkan kebutuhan para petani, kemudian siapkan sertifikasi tanah. Jika selama ini pemerintah selalu menjalankan legalisasi tanah. Menurutnya, pemerintah lupa bahwa inti dari reforma agraria adalah redistribusi tanah.

Berikut video lengkapnya.

 

 

  • Videografer:
  • Havid Al Vizki
  • Video Editor:
  • Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA